KETUA UMUM DPP FORRADO SOROTI Kemacetan Di Pelabuhan Manado Menjelang NATARU
Manado, www.pelabuhankontrolpublik.my.id–Jumat, (12-12-2025), Ketua Umum LSM DPP FORRADO (Forum Perjuangan Rakyat Indonesia), Chandra Reflianto Takser, Soroti kemacetan di Pelabuhan Manado Menjelang NATARU (NATAL DAN TAHUN BARU): Jangan sampai ketidakmampuan Pengelola Menjadi Pemandangan Tahunan.
Ketua Umum LSM DPP FORRADO menyampaikan peringatan keras kepada seluruh Instansi yang bertanggungjawab di kawasan Pelabuhan Manado yang terletak di pusat keramaian Pasar 45 agar tidak lagi mengulangi Pola lama; Macet, semrawut, dan tidak dikelola setiap memasuki momentum NATARU. Tandas, Aktivis Nasional tersebut.
Menurut Aktivis Senior ini, Persoalan kemacetan di area jalan Pelabuhan Manado, bukan lagi masalah baru. Melainkan masalah klasik yang terus berulang, karena “lemahnya koordinasi, dan minimnya disiplin, serta tidak adanya tindakan Lapangan yang tegas.
“Kalau, setiap tahun pelabuhan Manado tetap dalam kondisi Macet Total, itu berarti terdapat kegagalan serius dalam Manajemen dan Koordinasi di Lapangan”.
Momentum NATARU, bukan kejutan.
Semua pihak sudah tahu akan terjadi lonjakan Penumpang serta Kendaraan, saat arus mudik, jadi tidak ada alasan untuk mengulangi “kekacauan” yang sama. Tegas, Ketum LSM DPP FORRADO.
FORRADO, menegaskan bahwa instansi terkait mulai dari Otoritas Pelabuhan, Operator Kapal, Dinas Perhubungan, bersama Pihak Keamanan, hingga Pemerintah Kota (PEMKOT) Manado, tidak boleh hanya sibuk Rapat, tetapi harus turun langsung mengatur, memastikan tidak ada ruang bagi kesemrawutan, parkir liar, serta Perlintasan kendaraan seenaknya yang mengunci jalur utama.
Ketum FORRADO, menandaskan “jika kemacetan parah di pelabuhan Manado kembali terjadi, maka Publik Berhak mempertanyakan keseriusan dan kapasitas pihak-pihak yang diberi Mandat mengelola wilayah Pelabuhan.
Jangan sampai masyarakat menilai seolah-olah “terjadi pembiaran”.
Ingat, Pelabuhan adalah Wajah Kota, bukan tempat “kekacauan” yang didiamkan.
sebagai Lembaga Sosial Kontrol FORRADO adalah Corong masyarakat yang tetap konsisten, mendesak agar langkah berikut segera dilaksanakan secara konkret bukan hanya wacana.
Pengaturan kendaraan dan parkir harus diperketat, tanpa kompromi terhadap terduga Pelanggar.
Pedagang “Liar” serta aktivitas tidak resmi harus ditertibkan, bukan “dibiarkan” hingga berdampak pada gangguan kelancaran arus kendaraan.
Penumpang harus diarahkan dengan Sistem yang jelas, bukan “dibiarkan” menumpuk tanpa kontrol.
Jadwal Kapal perlu disesuaikan untuk menghindari puncak kemacetan.
Koordinasi Lintas Instansi wajib aktif dan terukur, bukan simbolis.
Forum Perjuangan Rakyat Indonesia menegaskan bahwa bila Instansi terkait tidak sanggup mengelola Lalulintas di Pelabuhan Manado saat NATARU, Publik Berhak akan meminta pertanggungjawaban serta menilai bahwa ada “ketidakmampuan” Struktural yang harus segera diperbaiki.
Statemen Ketum LSM DPP FORRADO adalah bentuk Sosial Kontrol untuk kepentingan Publik sekaligus peringatan keras, menjelang momentum NATARU yang tinggal hitungan hari.
Waktu untuk bekerja adalah sekarang. (Penulis: Sugiat Katiandagho,SE. Editor: Fenlly Sigar,SE., M.Pd.).

Post Comment